Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sungai’ Category

JANGAN SALAH! Menghadirkan Panglima Wangkang yang dimaksud bukan dengan cara membakar dupa, membaca mantera, atau balampah dengan amalan tertentu. Melainkan didahului latar belakang selama satu minggu ini wacana Panglima Wangkang di grup Habar Batola Terkini berlangsung dengan gegap gempita atau dengan bahasa di era media sosial Panglima Wangkang menjadi viral. Dari situlah kita mengetahui cara menghadirkan Panglima Wangkang. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Jika anda menyusuri sungai Barito dari arah kota MarKelotokabahan menuju ke arah hulu entah menggunakan kelotok, atau speedboat, maka akan melewati lima kampung, lalu menemui sebuah tempat yang dipercaya masyarakat menjadi lokasi munculnya putri Junjung Buih sebagai hasil pertapaan Lambung Mangkurat. Hal ini termuat dalam buku Kisah Lambung Mangkurat dan Raja Banjar. (lebih…)

Read Full Post »

Oleh: Nasrullah*

Setiap daerah yang memiliki karakter khas, biasanya akan mewujud pada julukan yang disandangnya. Julukan tersebut dapat berhubungan dengan hal-hal religius. Misalnya julukan ‘Serambi Mekkah’ identik pada kota Martapura, dan dua tempat di Pulau Sumatera, yakni Propinsi Aceh dan kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Ketiga tempat itu memang menunjukkan tradisi religius lebih dominan dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Julukan daerah juga bernuansa teologis, dilihat pada tanah Pasundan, Jawa Barat karena keindahan alamnya dikatakan ‘Tuhan menciptakan tanah Pasundan sambil tersenyum.’ Begitu pula Bali dikenal sebagai pulau dewata karena begitu banyak tempat ibadah umat Hindu dan ritual keagamaan menjadi keseharian warga.

Kota Banjarmasin yang jika dilihat dari keseharian warganya yang aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan; pengajian agama, maulid nabi dan sebagainya tetapi hanya mendapat julukan ‘Kota Seribu Sungai’. Julukan ini memang bukan hiperbolis, karena memiliki berbagai jenis sungai dan anak sungai (batang banyu, handil, tatah, antasan, saka, anjir dan sebagainya). Namun julukan ‘Seribu Sungai’ seakan hampa makna religius sehingga tidak memiliki korelasi langsung dengan kondisi masyarakatnya.

Sungai dan Surga

(lebih…)

Read Full Post »

Oleh: Nasrullah

Dalam seminar tentang kebudayaan sungai yang dilaksanakan Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, FKIP, Unlam tahun lalu, ada pertanyaan menarik dari peserta. Ahmad Rafiek, salah seorang kolega dosen menanyakan kepada Heddy Shri Ahimsa-Putra, guru besar Antropologi UGM tentang upaya mengkaji fenomena ikan saluang yang kini tidak lagi bermigrasi melawan arus air. (lebih…)

Read Full Post »

Berwisata di Sungai Barito

sungai1

Sungai Barito dengan latar belakangan perkampungan penduduk

Jika Anda sering bepergian ke pegunungan untuk menikmati indahnya pemandangan alam dengan udara yang sejuk dan dingin. Dari tempat itu pula terlihat sawah membentang, rumah-rumah penduduk maupun gedung-gedung yang terlihat mengecil. Kalau malam hari terlihat cahaya lampu dari kejauhan berkelap-kelip. Atau pun jika Anda terbiasa pergi ke pantai, menikmati angin laut sepoi-sepoi, memandang gelombang laut yang bergulung-gulung. Sesekali Anda pergi berselancar, lalu kemudian istirahat dan berjemur di atas pasir putih. Di tepi pantai kala matahari menuju ufuk barat, keindahan laut akan semakin sempurna dengan melihat matahari sedikit demi sedikit tenggelam di dasar laut (sunset). Anda sudah menikmati dua tempat itu, yakni gunung dan laut tentu pilihan lain adalah datang ke perkotaan atau mengunjungi tempat-tempat keramaian, seperti mall dan plaza untuk membeli pakaian, buku-buku, menonton bioskop dan lain sebagainya.

(lebih…)

Read Full Post »

Bumi Kalimantan sesuai namanya, Kalimantan berarti pulau yang memiliki Sungai-Sungai besar (kali ‘Sungai’; mantan ‘besar’) (Riwut, 1993:3) antara lain: Sungai Kapuas, Sungai Kahayan, Sungai Mahakam dan Sungai Barito. Sungai Barito bermuara pada laut Jawa dan berhubungan langsung dengan ibukota Kalimantan Selatan yakni Banjarmasin, hulu Sungai Barito berada di kaki pegunungan Muller perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. (lebih…)

Read Full Post »

Jukung dan kelotok adalah alat transportasi di Sungai Barito yang paling populer, Petersen (2001) secara detail menggambarkan jenis jukung di Sungai Barito beserta bahan-bahan dasar dan cara pembuatannya, adapun jenis jukung tersebut adalah : Jukung Sudur Jukung Rangkan, Jukung Patai, Jukung Hawaian, Alkon, Jukung Rombong, Klotok Halus, Feri, Klotok Baangkut Barang, Jukung Nalayan, Jukung Tiung, Jukung Raksasa, Motorbot. (Mengenai penjelasan masing-masing Jukung, lihat Petersen, Jukung dari Dataran Rendah Barito, (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »