Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sejarah’ Category

JANGAN SALAH! Menghadirkan Panglima Wangkang yang dimaksud bukan dengan cara membakar dupa, membaca mantera, atau balampah dengan amalan tertentu. Melainkan didahului latar belakang selama satu minggu ini wacana Panglima Wangkang di grup Habar Batola Terkini berlangsung dengan gegap gempita atau dengan bahasa di era media sosial Panglima Wangkang menjadi viral. Dari situlah kita mengetahui cara menghadirkan Panglima Wangkang. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

(Mengenang Sang Maestro Anang Ardiansyah)

Oleh: Nasrullah
Penulis Staf Pengajar PSP Sosiologi dan Antropologi FKIP Unlam

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Masyarakat Kalimantan Selatan kembali berduka karena seniman Banjar, Anang Ardiansyah telah berpulang ke rahmatullah Jumat (7/8) dinihari. Jika di tanah Jawa ada nama seniman legandaris bernama Gesang, pengarang lagu Bengawan Solo, maka di Kalimantan Selatan nama Anang Ardiansyah adalah padanannya. Paris Berantai karya ciptanya menjadi salah satu ikon lagu Banjar.

Anang Ardiansyah, selanjutnya disebut Abah Anang, merupakan seniman Banjar yang menulis 123 buah lagu Banjar, yang begitu dikenal masyarakat Kalimantan hingga ke tanah Jawa. Kemampuan Abah Anang menulis ratusan lagu Banjar dengan cara bepergian mencari inspirasi, sungguh membutuhkan energi yang luar biasa. Bagi Abah Anang, energi itu bernama semangat. Semangat itu sendiri karena identitas diri, “karena aku orang Banjar,” kata beliau. (lebih…)

Read Full Post »

(Renungan di Hari Jadi Kabupaten Batola)

Oleh: Nasrullah

 Setiap tanggal 4 Januari, pemerintah daerah merayakan hari jadi kabupaten Barito Kuala (Batola) yang pada tahun ini menginjak usia 52 tahun. Namun, di balik perayaan itu tersimpan pertanyaan tentang usia Marabahan, ibukota Batola. Tentu saja untuk mendapatkan jawaban usia kota Marabahan, menjadi wewenang sejarawan. Namun, menggunakan fakta sejarah akan menunjukkan usia kota Marabahan lebih tua dari usia Batola bahkan kemungkinan lebih tua dari kota Banjarmasin yang berusia lebih dari setengah abad.

Wacana pelacakan sejarah kota Marabahan bukan persoalan barabut tuha, bukan pula agar ada perayaan hari jadi ibukota kabupaten. Namun, lebih menekankan pada aspek manfaat: rasa percaya diri, serta sebagai dorongan berprestasi (need for achievement). (lebih…)

Read Full Post »

Oleh M Syaifullah

Sumber Teks dan Foto dari Kompas

”Pak, mohon dibacakan doa selamat bagi keluarga kami,” Itulah kira-kira permintaan seorang ibu yang disampaikan dalam bahasa Dayak Bakumpai bercampur Banjar saat bertamu ke H Idrus di rumahnya di Jalan Arya Bujangga, Berangas Timur, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

(lebih…)

Read Full Post »

Buku dan lelaki tua itu seolah mengandung daya magis yang membuat saya tetap diam di tempat duduk. Sebuah buku berjudul Syair Orang Bakumpai Riwayat Patih Bahandang Balau dan Kerajaan Banjar. Kemudian, beberapa meter di depan sana, Haji Mursani Mangkahui, sang pengarang buku duduk dengan acuh. Untuk peluncuran buku itulah dia datang ke Banjarbaru. Tepatnya seminggu lalu di gedung Bapelkes, di sebuah ruang sederhana yang hanya dihadiri tidak lebih dari sepuluh orang sastrawan. (lebih…)

Read Full Post »

Oleh : Nasrullah
Tepat berada di atas sebuah bukit, di tengah kota Puruk Cahu yang sekarang menjadi Ibukota Kabupaten Murung Raya. Terdapat sebuah komplek pemakaman. Pada salah satu nisan terbuat dari kayu ulin terdapat tulisan menggunakan aksara Arab melayu, sayangnya tulisan itu tidak bisa terbaca dengan jelas, sementara rumput ilalang di sekitar makam bahkan lumut disekitar nisan tumbuh liar di komplek pemakaman ini. (lebih…)

Read Full Post »