Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2016

Oleh: Nasrullah
Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Sosiologi
dan Antropologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Saat ini sedang berlangsung rangkaian kegiatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung di Provinsi Kalimantan Selatan khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Jika ada sesuatu hal yang maknanya dipertentangkan, diperjuangkan hingga diperdebatkan saat masa kampanye pada pemilihan kepala daerah tersebut, maka itu adalah angka. Pada dasarnya, angka merupakan otoritas eksak, tapi dalam pilkada angka menjadi tidak pasti.

Bayangkan saja penghitungan 1+0=?; 1+1=? Atau 1+2=? sangat mudah dijumlahkan, bahkan anak TK saja dapat menjawabnya. Namun jumlah itu pada masa pilkada menjadi problematis diucapkan, karena orang cenderung berpihak pada angka tertentu. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

Oleh Nasrullah

Pasangan calon (paslon) kepala daerah perlu menghadirkan diri ke tengah masyarakat agar pemilih terus mengingat dan menentukan pilihannya. Kehadiran mereka secara tidak langsung dapat melalui perantara spanduk sebagai media efektif agar masyarakat khususnya pemilih dapat mengenal paslon lebih jauh, apalagi paslon tidak mungkin berada pada satu tempat setiap saat. Tulisan ini secara khusus mencermati paslon dalam spanduk pilkada Batola untuk menemukan konsep tentang identitas dan prioritas masing-masing paslon. (lebih…)

Read Full Post »