Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2016

(Catatan Awal yang Subyektif dan Motivatif untuk
Mengiringi Suksesi Kepemimpinan Batola tahun 2017)

“Ela Malawan ji Bakas!”
Dalam kultur di masyarakat kita, terutama di kalangan orang Bakumpai, orang Banjar, orang Jawa dan suku-suku lain terdapat kesamaan mendudukkan “yang muda” secara subordinat. Sebaliknya orang tua berada pada posisi dominan. Ungkapan-ungkapan kebahasaan sehari-hari dapat menjadi bukti nyata. Bagian ini saya coba untuk membahas dalam kultur Bakumpai saja, karena pengetahuan, pengalaman dan pemahaman saya tentang Bakumpai lebih memadai dibanding pengetahuan saya dengan suku bangsa lain. Selain itu dapat menjadi refleksi terhadap kuatnya subordinat terhadap “yang muda” dalam kultur suku bangsa yang lain. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

(Catatan Awal yang Subyektif dan Motivatif untuk
Mengiringi Suksesi Kepemimpinan Batola tahun 2017)

Opini Media Kalimantan

Ketika “Yang Muda” di Depan Mata
“Katabelaan,” “masih anum,” “kakanakan,” “nakuluhan”atau kata-kata lain yang semakna telah menjadi trending topik di masyarakat. Pemicunya adalah kehadiran orang-orang muda yang memproklamirkan diri untuk berlaga dalam pilkada Batola tahun 2017. Memang ada banyak cerita kesuksesan orang-orang muda memimpin daerah, memimpin perusahaan, bahkan menjadi pemimpin umat. Namun justru disitulah masalahnya. Cerita sukses orang muda itu berjarak psikologis, jarak geografis, jarak sosial dengan masyarakat setempat. Sehingga ketika cerita berubah menjadi realitas yang terpampang di depan mata, banyak orang menjadi takipik (terkejut) karenanya. It’s for real? Bujurankah? Itulah ekspresi antara percaya dan tidak dalam benak masyarakat. (lebih…)

Read Full Post »