Oleh: Nasrullah Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan bahasa daerah, di antaranya dengan menerbitkan buku. Cara inilah yang dilakukan oleh Anthony Nyahu dalam bukunya Ayo Belajar Bahasa Dayak Ngaju. Dari judul buku sudah dapat diketahui ajakan untuk belajar bahasa Dayak. Kebhinnekaan Indonesia yang terdiri dari ratusan dan ribuan sub-suku bangsa, membuat bahasa yang digunakan [...]
Arsip untuk ‘Tradisi’ Kategori
Bahasa Dayak Ngaju 40 Tahun Kemudian
Diposkan dalam Tradisi pada Februari 24, 2011 | 2 Komentar »
Ulun Tiba, Yaku Pergi
Diposkan dalam Tradisi pada Desember 21, 2010 | 4 Komentar »
Oleh : Nasrullah Bahasa Bakumpai yang tumbuh berkembang di Marabahan, ibukota kabupaten Barito Kuala, lalu menyebar ke Kalteng hingga Kaltim. Namun, di tempat berkembangnya, bahasa yang sangat mirip dengan bahasa yang digunakan orang Dayak Ngaju ini, mengalami perubahan. Bahkan tergusur secara pelan namun pasti. Hal ini terjadi karena toleransi orang Bakumpai yang tinggi terhadap orang [...]
Mayang Digantung, Orang Halus Diundang
Diposkan dalam Tradisi pada Mei 23, 2010 | 5 Komentar »
Salah satu tradisi upacara masyarakat Bakumpai yang terbilang langka, dilakukan lima atau sepuluh tahun sekali adalah Tuping Bawayang. Upacara ini melibatkan tiga tradisi sekaligus: badewa sebagai, upacara pengobatan tradisional, wayang dan tari topeng pantul. Untuk melakukannya diperlukan media khusus yang menghubungkan dengan orang halus. Salah satu media itu adalah mayang yang diambil dari pohon pinang.
Rusmini, Koreografer Tari Bakumpai
Diposkan dalam Tradisi pada Mei 22, 2010 | 5 Komentar »
H. Idrus tidak hanya sukses memelihara tradisi Bakumpai, dalam keluarganya pun sama-sama menekuni hal yang sama. Kedatangan Urbana untuk melakukan wawancara disambut juga anak istrinya. Rusmini (29 th) mengikuti jejak ayahnya. Ia terlibat mengembangkan tarian Bakumpai. Alumni jurusan Matematika FKIP Unlam ini berkolaborasi dengan sang ayah, H. Idrus yang menginspirasikan tarian Bakumpai. Maka ia menjadi [...]