Barito Raya

Menggambarkan Kehidupan Masyarakat yang Tinggal di Daerah Aliran Sungai Barito

Arsip untuk ‘Marabahan’ Kategori

Bertarung Melawan Sepi

Ditulis oleh baritobasin di/pada Januari 13, 2009

(Catatan Hari Jadi Batola)

Kota Marabahan pada hari Sabtu, dan kita pun tahu, kota ini di akhir pekan apalagi setelah lebaran selalu sepi. Waktu itu usai lebaran Idul Fitri 1429 H, Marabahan betul-betul terasa sepi, tak banyak kegiatan yang dilakukan. Berbekal janji melalui pesan pendek (sms) untuk bersilaturahmi, saya mencoba menemui H. Hasanuddin Murad, Bupati Batola. Sebenarnya agak ragu apakah saya bisa bertemu, di hari libur ini apakah tuan rumah tidak memilih bepergian keluar kota.

Hari itu benar-benar hari yang sepi, tak ada tamu yang berjejer antri untuk bertemu. Saya disuruh menunggu karena “Bapak sedang membaca buku” terang sang ajudan. Entah kenapa ada dua hal penting penting yang tiba-tiba muncul di benak saya; Pertama, berada di kota yang sepi, dan kedua, membaca buku. Saya semakin tertarik ketika dijelaskan kalau “beliau selalu membaca buku ke mana pun pergi”, ini luar biasa. Perkara membaca buku kelihatannya sepele, tapi siapakah yang mampu membaca buku seperti orang candu rokok. Sedikit sekali orang yang mampu seperti itu.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Marabahan | 2 Komentar »

Orang Dayak Berpuasa (Bagian 1)

Ditulis oleh baritobasin di/pada September 9, 2008

Oleh : Nasrullah


Ketika tiba bulan Ramadhan, aku banyak menerima ucapan selamat menjalankan ibadah puasa yang dikirimkan melalui sms. Sms-sms itu bisa seperti pantun, hingga kutipan hadits. Namun, paling terasa adalah sms dari Juhaidi, temanku yang studi S3 di Bandung, “TITIK banyu mata mangganang buka puasa dan sunset tepian Barito” (Menetes air mata mengingat berbuka puasa dan matahari tenggelam di tepian Sungai Barito). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Marabahan | 1 Komentar »

Meniti Puisi di Jembatan Rumpiang

Ditulis oleh baritobasin di/pada Juni 23, 2008

Oleh Nasrullah

Apa yang anda rasakan ketika berdiri di jembatan Rumpiang, apa yang anda lihat dari ketinggian jembatan itu dan apa yang anda fikirkan dari atas sana? Jika yang kita fikirkan adalah kemudahan untuk berulang-alik Marabahan – Banjarmasin, atau tempat sepasang anak muda memadu janji di atas jembatan itu, maka percayalah teman, Jembatan Rumpiang menjadi miskin makna dan jembatan ini hanyalah sekumpulan rangkaian besi untuk menghubungkan dua buah daratan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Marabahan | 3 Komentar »

Menafsir Simbol Rumdin Bupati Termegah Se-Kalsel

Ditulis oleh baritobasin di/pada Februari 5, 2008

Kabarnya, rumah dinas (rumdin) Bupati Batola yang sedang dibangun dengan biaya Rp4 Miliar, akan menjadi rumdin bupati termegah se-Kalsel (Banjarmasin Post, Rabu 30/06). Kemegahannya itu, tentu akan mengundang kemungkinan banyak pembicaraan dari berbagai sudut pandang berbagai kalangan, sebab rumdin termegah se-Kalsel itu ternyata adanya di Marabahan (Batola). Tidak dibikin di Tanjung (Tabalong) atau Kotabaru atau daerah lain yang kaya sumberdaya alam.

Secara positif, boleh jadi sebagai simbol keberhasilan pimpinan daerah dalam membangun fasilitas pemerintahan. Menunjukkan Batola berhasil membangun sesuatu yang fenomenal di tengah keterbatasannya, berhasil merangkul simpati Pemprop Kalsel sehingga mengeluarkan dana sharing Rp1 miliar. Sungguh kalau memang hasil pemberian, tentu tidak akan disia-siakan ketimbang jatuh ke kabupaten lain. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Marabahan | 2 Komentar »

Di Balik Peristiwa 5 Desember Di Marabahan

Ditulis oleh baritobasin di/pada April 9, 2007

Tidak banyak yang mengetahui atau mengingat kembali peristiwa heroik terjadi di Marabahan 58 tahun lalu, tepatnya 5 Desember 1945. Peristiwa 5 Desember 1945 tidak hanya kebanggaan rakyat Marabahan, juga masyarakat Kalimantan Selatan pada umumnya karena sebagai bukti perjuangan rakyat untuk kemerdekaan RI. Meskipun ada tenggang waktu sekitar empat bulan setelah proklamasi kemerdekaan RI, baru proklamasi kemerdekaan rakyat Marabahan sebagai perwujudan konsekwensi logis dukungan kemerdekaan, untuk hidup merdeka, bebas dalam menentukan nasib sendiri untuk bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia walaupun menempuh berbagai risiko berat.

Beberapa catatan menarik sekitar peristiwa 5 Desember 1945, perlu diungkap kembali mengingat mulai lunturnya penghargaan terhadap pejuang kemerdekaan tempo dulu. Begitu juga sedikit sekali catatan-catatan sejarah pejuang lokal yang dipublikasikan ditambah banyak saksi dan pelaku sejarah yang telah meninggal dunia. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Marabahan | 9 Komentar »