Barito Raya

Menggambarkan Kehidupan Masyarakat yang Tinggal di Daerah Aliran Sungai Barito

Kumandang Syair dari Hulu Barito

Ditulis oleh baritobasin di/pada Juni 21, 2009

Buku dan lelaki tua itu seolah mengandung daya magis yang membuat saya tetap diam di tempat duduk. Sebuah buku berjudul Syair Orang Bakumpai Riwayat Patih Bahandang Balau dan Kerajaan Banjar. Kemudian, beberapa meter di depan sana, Haji Mursani Mangkahui, sang pengarang buku duduk dengan acuh. Untuk peluncuran buku itulah dia datang ke Banjarbaru. Tepatnya seminggu lalu di gedung Bapelkes, di sebuah ruang sederhana yang hanya dihadiri tidak lebih dari sepuluh orang sastrawan.

Sebenarnya saya berencana untuk segera beranjak, tapi tak kuasa karena kekuatan magis yang membuat saya merasa bangga dan malu bercampur aduk. Bangga karena telah hadir sebuah buku tentang syair tentang Dayak terutama Bakumpai. Malu karena seorang lelaki berumur 73 tahun sanggup menulis syair setebal 293 halaman.

Membuka lembar demi lembar isi buku, kita seolah dibawa menelusuri tanah Kalimantan dan tentang asal mula orang Bakumpai.Syair Orang Bakumpai berbicara tentang banyak hal; dalam kata Pembuka menjelaskan tujuan pengarang untuk menegaskan status keDayakan suku-bangsa Bakumpai. Bakumpai adalah Dayak, bukan Eropa, bukan India, bukan pula Melayu.

DAS Barito dijadikan setting syair yang pada masa lalu dan dikatakan hanya suku Melayu berdiam di sana. Dalam syairnya Mursani menampik anggapan itu.

Itu merupakan suatu siasat licik Bangsa Belanda

Memisahkan suku Bakumpai dari rumpun asalnya

Sebagai politik pemecah belah atau adu domba

Supaya tak ada persatuan dan kesatuan di antara mereka

Menelusuri jauh Syiar Orang Bakumpai, kita akan mendapati betapa luas kemungkinan sudut pandang untuk diulas, baik tentang ekologi, pola hidup nomaden orang Dayak, relasi Bakumpai – Banjar, relasi Bakumpai – Siang – Murung, mistik Dayak dan sebagiannya.

* * *

Mangkahui tempat Mursani menulis adalah sebuah desa yang terpisah beratus-ratus kilometer dari pusat aktivitas seniman dan sastrawan, seperti kota Banjarbaru atau Banjarmasin. Di sana tak ada fasilitas PLN, dia pun berkarya di bawah siraman cahaya lampu minyak, ia menulis kata demi kata, lembar demi lembar puisinya. Lebih mengenaskan lagi, ia sering tak punya kertas untuk menulis. Dikumpulkannya kertas berkas fotocopy yang terbuang. Direkatkan kedua sisi yang terpakai, di bagian kosong di situlah dia menulis. Kadang ia hanya punya lembaran-lembaran kertas pendek, lalu disambunglah sehingga menjadi panjang.

Syair-syair yang ditulisnya berasal dari kisah-kisah orang tua zaman dulu. Juga dari pengalaman hidupnya menjelajah pedalaman Barito. Dengan segala keterbatasan, lelaki tua itu menulis dan terus menulis hingga sepuluh bulan lamanya. Bagai air di Sungai Barito yang tak henti mengalir, dia terus menulis. Dia tak tahu bagaimana nasib syair itu setelah selesai. Hingga suatu ketika, Setia Budhi, kandidat doktor antropologi Malaysia yang meneliti Bakumpai bertemu dengannya. Ringkasnya jadilah sebuah buku.

Terciptanya syair-syair berlangsung dengan alami, tak peduli dengan segala ketentuan untuk mencipta. Yang penting segala isi pikiran tercurah, “pada saat menulis hati saya bersyair” tuturnya bersahaja. Sementara sebuah mesin tik yang dihadiahkan Bupati Barito Utara tahun 2005 lalu, semakin membuatnya kreatif. Namun, hatinya bersedih karena mor mesin tiknya rusak. Maka selain datang ke Banjarbaru untuk peluncuran buku, ia juga menyambangi Banjarmasin untuk mencari pengganti mor mesin tik yang baru.

4 Tanggapan ke “Kumandang Syair dari Hulu Barito”

  1. Zian X-Fly berkata

    Salam kenal, saya orang barito kuala juga.

  2. ilham berkata

    Mudahan ada perhatian dari Pemkab, …

  3. FAHREZA berkata

    blognya mantap informatif !! ulun tersanjung dan bangga atas tulisan pian yang mandedikasikan mengangkat dan memperkenalkan nama daerah(Marabahan).salam kenal om..,ulun urang Marabahan jua !!

  4. FAREZA aars berkata

    blognya mantap..,informatif !! ulun tersanjung dan bangga atas tulisan om Nasrullah yang mandedikasikan mengangkat dan memperkenalkan nama daerah(marabahan).salam kenal,ulun anak marabahan jua !!

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>