Berwisata di Sungai Barito
Ditulis oleh baritobasin di/pada Desember 6, 2008

Sungai Barito dengan latar belakangan perkampungan penduduk
Jika Anda sering bepergian ke pegunungan untuk menikmati indahnya pemandangan alam dengan udara yang sejuk dan dingin. Dari tempat itu pula terlihat sawah membentang, rumah-rumah penduduk maupun gedung-gedung yang terlihat mengecil. Kalau malam hari terlihat cahaya lampu dari kejauhan berkelap-kelip. Atau pun jika Anda terbiasa pergi ke pantai, menikmati angin laut sepoi-sepoi, memandang gelombang laut yang bergulung-gulung. Sesekali Anda pergi berselancar, lalu kemudian istirahat dan berjemur di atas pasir putih. Di tepi pantai kala matahari menuju ufuk barat, keindahan laut akan semakin sempurna dengan melihat matahari sedikit demi sedikit tenggelam di dasar laut (sunset). Anda sudah menikmati dua tempat itu, yakni gunung dan laut tentu pilihan lain adalah datang ke perkotaan atau mengunjungi tempat-tempat keramaian, seperti mall dan plaza untuk membeli pakaian, buku-buku, menonton bioskop dan lain sebagainya.
Pemandangan alam di pegunungan, panorama pantai dan kemeriahan pusat keramaian di tengah kota kini telah Anda rasakan, seakan telah lengkap semua tempat untuk dikunjungi. Namun, jika Anda merasa ada yang kurang, ada tawaran ke suatu tempat yang barangkali belum Anda jelajahi. Antara pegunungan dan lautan dipertemukan oleh sebuah sungai, air yang berasal dari pegunungan akan mengalir hingga ke muara sungai atau laut. Inilah tawaran untuk melengkapi semua pengalaman Anda, maka datang dan nikmatilah keindahan lain itu. Di sini ditawarkan Sungai Barito yang membentang dari hulu di wilayah Kalimantan Tengah hingga bermuara di Kalimantan Selatan.

Latar Belakang Jembatan Rumpiang
Salah satu daerah yang berada di tepi Sungai Barito adalah kabupaten Barito Kuala. Di sana terdapat dua jembatan yang melintasi sungai Barito, yakni jembatan Barito dan Jembatan Rumpiang. Foto dalam tulisan ini hanya memperlihatkan jembatan Rumpiang yang jaraknya tidak terlalu jauh kota Marabahan, ibukota Kabupaten Barito Kuala. Dari atas jembatan Anda dapat melihat pemandangan di sekelilingnya, terutama kelokan Sungai Barito dan pemukiman penduduk. Nampak beberapa buah perahu jukung, kapal togbouat yang menarik tongkang berisi batu bara. Semua jenis angkutan sungai itu masih terlihat jarang tidak sepadat jalan raya yang penuh sesak dan menebarkan debu-debu jalanan.

Pemandangan dari atas jembatan Rumpiang, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Anda pun dapat mengedarkan pandangan mata ke panorama alam yang masih hijau, belum ada kepulan asap hitam pekat di cerobong pabrik, belum ada gedung-gedung tinggi yang menghalangi pandangan mata untuk melihat ke atas langit. Dari atas jembatan Rumpiang, Anda akan memandang sejauh mungkin atau pandangan mata Anda dapat mengikuti arus sungai yang semuanya dapat memberikan kedamaian.

Salah satu desa di tepi Sungai Barito.

Batang tempat bertambat kelotok
Dari kota Marabahan teruslah bergerak ke arah hulu sungai Barito dengan menggunakan kelotok atau speedboat, di sana Anda akan menemukan perkampungan penduduk yang terpencar-pencar bahkan tidak ada jalan raya yang menghubungkan antar desa. Perkampungan yang berada di tepian sungai Barito oleh penduduknya didirikan batang sebagai tempat mandi, cuci dan kakus. Batang juga berfungsi sebagai halte atau tempat bertambatnya angkutan sungai yang lazim disebut kelotok.

Gratis mandi di sungai Barito

Bersiap-siap untuk mandi

Seorang ibu dan anak kecil usai membeli gado-gado.
Transaksi jual beli sering dilakukan di atas batang, ada yang menjual makanan seperti gado-gado. Penduduk yang ingin membeli dari rumah turun ke batang dengan membawa piring dan menyodorkannya ke penjual gado-gado. Kalau tidak ingin membawa makanan ke dalam rumah, pembeli dapat masuk ke dalam kapal yang menjual gado-gado itu dan ia akan menikmati makanan di atas sungai yang sesekali bergoyang-goyang karena kapal diterpa arus atau gelombang sungai Barito.

Memancing ikan di sungai Barito, sambil menunggu matahari tenggelam.
Suatu sore yang cerah di sungai Barito sambil menikmati cahaya senja, Anda dapat duduk di tepian sungai untuk melihat aktivitas penduduk. Atau jika anda suka memancing, ada baiknya mencoba peruntungan untuk mendapatkan ikan Baung (Mystus nemurus), Patin/jambal (Pangasius), Lawang, Tapah, Lais. Tak usah terburu-buru untuk mendapatkan ikan, justru seni terindah dari memancing adalah seni menunggu ikan untuk mematuk umpan hingga mulutnya tersangkut kail. Adapun menarik tali kail yang sudah dipatuk ikan, ibarat sang juara mengangkat piala kemenangan. Selain memancing Anda juga dapat meminjam jukung penduduk, nikmatilah sensasi menyusuri sungai Barito dengan kekuatan tangan Anda dengan mengayuh untuk menggerakkan jukung.
Senja di Sungai Barito, Matahari bergerak perlahan-lahan menuju ufuk barat, ujung-ujung pohon yang tumbuh di tepi sungai seakan tangan-tangan yang ditengadahkan ke atas menyambut kedatangan sang Surya. Matahari pun mulai terbenam, tapi ia tidak tenggelam di dasar samudera melainkan matahari bersembunyi di dalam akar-akar pepohonan.

Mengambil air wudhu

Mandi di menjelang senja.
Mengiringi tenggelamnya matahari seorang nenek pergi ke titian yang menghubungkan ke batang, di situ ia memasukkan kedua tangannya untuk mengambil air yang dibasuhkan ke mukanya untuk memulai berwudhu. Sementara itu seorang anak kecil meloncat riang ke sungai, dengan tangkas ia menyelam hingga ke dalam sungai. Matahari yang mulai bersembunyi maka menjelmalah kegelapan, sementara sungai Barito yang tenang dan airnya memberikan kesegaran bagi yang mandi dan berwudhu untuk mengantarkan penduduk beribadat. Berakhirlah sudah satu hari putaran kehidupan manusia, kini malam mengganti siang sebagai tempat beristirahat untuk bersiap menyambut hari esok yang lebih baik.
anas berkata
wah seru bgt cerita nya.
sungai barito seharusnya jd andalan wisata kalsel & kalteng.
kalo pemda peduli, pasti bisa mendatangkan banyak turis asing..
Theresia Santi berkata
Salam kenal,
saya tertarik dan ingin mandapat info tentang warga Bakumpai yang tinggal di sekitar jembatan Rumpiang.
Saya crew Si Bolang trans7 yang sedang melakukan riset untuk membuat peliputan Si Bolang.
Adakah nomor kontak Kepala Desa atau Camat yang bisa saya dapatkan? dan nomor kontak Bapak/Abang yang menulis di blog ini? kalau bisa, saya tunggu segera. Terima kasih