5. Ternyata terjadi perluasan areal isu, versi lain tadi isunya dari Martapura, naik ke atas (Hulu Sungai). Jadi berantai dan menyebar kemana-mana, khususnya Kalsel dan Tengah.
6. Pihak kepolisian semestinya tidak hanya melihat apakah ada atau tidak korban, namun perlu juga melihat atau kalau bisa menangkap siapa yang membuat isu? Kenapa isu ngayau yang menjadi pilihan dan disebarkan? Kondisi politik sekarang bagaimana adakah hubungannya? Bahasa yang digunakan jika medianya via sms penting untuk mengetahui tingkat kemampuan pengirim isu? Kemudian dari isu tersebut kira-kira tujuan pokoknya apa?
7. Bagi masyarakat kalau isu tersebut menyebar via sms, semestinya juga dilawan dengan sms. Maksud saya, gunakan fasilitas komunikasi via sms untuk meng cross-check ke suatu daerah terkait dengan isu tersebut. Jadi jangan cepat mengambil kesimpulan, sebelum melakukan confirmasi untuk mengetahui keadaan sebenarnya
8. Yang namanya isu memang cepat menyebar dan menjadi perbincangan. Yang menarik tentu ada apa dibalik isu tersebut?
9. Semoga Damai untuk Kita semua.
Ngayau dalam isu Pesan Pendek
Desember 18, 2007 oleh baritobasin
Tentang ngayau, beberapa hari lalu saya dapat sms, “Muara teweh mencekam ketakutan karena ditemukan 10 mayat anak2 tanpa kepala menurut impormasi dicari 1200 kepala manusia untuk bhn sajian lumpur lapindo jw timur di ingatkan kpd smua warga klmntan jika ada orang yg mncuriga kan segra tangkap dn lapor ke polisi segra sebarkan”
Sengaja saya dengan kata asli, supaya kita mungkin bisa menganalisa teks:
1. Kalo maling yang bikin ulah, sebagaimana pendapat masyarakat. Artinya maling hendak memperkeruh suasana dengan menggunakan isu ngayau via sms, kemungkinan maling ini cerdas kalau melihat isi bahasa sms yang dipakai. Dan dia menggunakan singkatan yang mudah dipahami.
2. Sasaran ngayau adalah anak-anak dengan target 1200 kepala, cukup sebagai “racun potas” membikin orang kampung atau orang tua pusing memikirkan anaknya. Bahkan diserukan level warga Kalimantan.
3. Yang aneh kenapa mesti lumpur Lapindo Jawa Timur, dikaitkan. Kebiasaan isu Ngayau untuk pembangunan jembatan, dulu berhubungan dengan Jembatan Kahayan sebagai bahan isu, sayup-sayup ada juga jembatan Barito. Anehnya jembatan Rumpiyang Marabahan tidak masuk dalam daftar isu Ngayau.
4. Kebiasaan pola isu ini sistem silang, Misalnya ada isu ngayau di Muara Teweh, dan dihembuskan ke Marabahan. Seperti itu jua sebaliknya sampai ke Muara Teweh bahwa di Marabahan terjadi ngayau. Jadi orang di dua tempat tempat abut, padahal tidak terjadi apa-apa.
Saya juga pernah mendapatkan kabar burung tentang Ngayau untuk pembangunan Jembatan Mahakam Ulu di Samarinda.
Iya motifnya kebanyakan untuk pembangunan jembatan, tapi kenyataannya hanya untuk membikin resah masyarakat.
ga berani lagi deh gw jalan malam
sampat abut smalam…dbanjarbaru,,tepatnya disungai ulin! gara2x issue itu pang ,ada tetangga yg jingkar manangis, kahilangan anak lakian(13tahun) jangka waktu 30-50 menit!, pas handak handak malapor kpolisi,,eh skalinya mancungul dihiga,”kmana haja ikam nang”ujar umanya….”bahera ma’ae di wc”jar nang anak…….bahhhhh…..gara2x ngitu ja yet haha