Buku dan lelaki tua itu seolah mengandung daya magis yang membuat saya tetap diam di tempat duduk. Sebuah buku berjudul Syair Orang Bakumpai Riwayat Patih Bahandang Balau dan Kerajaan Banjar. Kemudian, beberapa meter di depan sana, Haji Mursani Mangkahui, sang pengarang buku duduk dengan acuh. Untuk peluncuran buku itulah dia datang ke Banjarbaru. Tepatnya seminggu lalu di gedung Bapelkes, di sebuah ruang sederhana yang hanya dihadiri tidak lebih dari sepuluh orang sastrawan. Baca entri selengkapnya »
Kumandang Syair dari Hulu Barito
Ditulis oleh baritobasin di/pada Juni 21, 2009
Ditulis dalam Sejarah | Leave a Comment »
Wajah Kalsel – Kalteng di Perbatasan (Catatan di Anjir Jalan Trans Kalimantan)
Ditulis oleh baritobasin di/pada Juni 20, 2009
Setelah beberapa kali melalui Anjir jalan trans Kalimantan (selanjutnya disebut trans Kalimantan saja) sepanjang kurang lebih 30 km antara Anjir Muara, Anjir Pasar hingga Anjir Serapat ternyata memberikan pengalaman dan kesan tersendiri bagi kita. Hal tersebut terjadi karena perbedaan kondisi badan jalan dan lingkungan sekitarnya. Bahkan nyaris sejengkal saja melewati pintu gerbang sebagai salah satu tapal batas propinsi sudah terasa perbedaan antara jalan mulus dan tidak rata. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Makna Sakit Bagi Orang Bakumpai
Ditulis oleh baritobasin di/pada Mei 20, 2009
Sebelum membahas makna haban (sakit) bagi orang Bakumpai, terlebih dahulu diketahui tingkatan dan bagian haban, penyebab haban dan cara menangani orang yang sedang haban. Adapun haban sendiri adalah suatu gejala tidak sehat yang dirasakan oleh tubuh sebagai media untuk merasakan sakit, tapi haban masih bersifat umum. Secara khusus haban diketahui dari tingkatannya. Dari yang ringan yakni haban budas/biasa, tingkat sedang yang disebut haban kakate beh, hingga tingkat kritis yakni haban hawas. Haban biasa misalnya sakit kepala, sakit panas, kecapekan, dan lain sebagainya. Haban kakate beh artinya sakit yang dialami seseorang yang sering diidapnya, misalnya orang tersebut sering sakit mag sehingga ketika seseorang tersebut terkena sakit yang sama dianggap sudah menjadi penyakit biasa. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Makna Dayak bagi Orang Dayak (Suatu Pencarian)
Ditulis oleh baritobasin di/pada Maret 24, 2009
Oleh: Nasrullah

Menjelang pergi bekerja terlebih dahulu orang Bakumpai berinteraksi sesama warga.
Saya merasa ditimpakan beban berat di atas pundak, ketika seorang teman dengan entengnya menyampaikan pertanyaan “Apa makna Dayak bagi orang Dayak sendiri?”. Mendengar pertanyaan itu, saya terdiam agak lama. Beruntung teman yang berasal dari Amerika, mahasiswa Wisconsin University dan sedang meneliti sejarah Dayak tidak mendesak saya untuk memberikan jawaban atau barangkali dia maklum bahwa pertanyaan itu memerlukan perenungan, artinya tidak perlu dijawab segera. Sekarang, bagi saya sendiri pertanyaan itu menjadi inspirasi untuk menulis sekaligus sebagai judul dari tulisan ini. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Asal | 3 Komentar »
Bertarung Melawan Sepi
Ditulis oleh baritobasin di/pada Januari 13, 2009
(Catatan Hari Jadi Batola)
Kota Marabahan pada hari Sabtu, dan kita pun tahu, kota ini di akhir pekan apalagi setelah lebaran selalu sepi. Waktu itu usai lebaran Idul Fitri 1429 H, Marabahan betul-betul terasa sepi, tak banyak kegiatan yang dilakukan. Berbekal janji melalui pesan pendek (sms) untuk bersilaturahmi, saya mencoba menemui H. Hasanuddin Murad, Bupati Batola. Sebenarnya agak ragu apakah saya bisa bertemu, di hari libur ini apakah tuan rumah tidak memilih bepergian keluar kota.
Hari itu benar-benar hari yang sepi, tak ada tamu yang berjejer antri untuk bertemu. Saya disuruh menunggu karena “Bapak sedang membaca buku” terang sang ajudan. Entah kenapa ada dua hal penting penting yang tiba-tiba muncul di benak saya; Pertama, berada di kota yang sepi, dan kedua, membaca buku. Saya semakin tertarik ketika dijelaskan kalau “beliau selalu membaca buku ke mana pun pergi”, ini luar biasa. Perkara membaca buku kelihatannya sepele, tapi siapakah yang mampu membaca buku seperti orang candu rokok. Sedikit sekali orang yang mampu seperti itu.
Ditulis dalam Marabahan | 2 Komentar »